Visi dan Misi Dinas Kesehatan Kota Pasuruan

  • WORKSHOP DETEKSI DINI TUBERCULOSIS PADA IBU HAMILSOSIALISASI AYO TINGKEBAN KOLABORASI LINTAS PROGRAM Tanggal 29 september 2022

    pada tanggal 29 september 2022 DINAS KESEHATAN KOTA PASURUAN mengadakan WORKSHOP DETEKSI DINI TUBERCULOSIS PADA IBU HAMIL {SOSIALISASI AYO TINGKEBAN KOLABORASI LINTAS PROGRAM} di Ascent Premiere Pasuruan

    Apasih AYO TINGKEBAN itu?
    Ayo Tingkeban merupakan upaya penemuan tanda dan gejala penyakit Tuberculosis sedini mungkin bagi Ibu Hamil

    Kenapa Ibu Hamil harus diperiksa tanda gejala Tuberculosis?
    Kehamilan merupakan kondisi rentan yang beresiko tertular penyakit Tuberculosis, dengan mengetahui tanda dan gejala Tuberculosis sesegera mungkin diharapkan penularan Tuberculosis pada Ibu hamil dapat dicegah. Ibu hamil yang menderita Tubeculosis di kehamilan awal dapat menularkan melalui plasenta kepada bayinya sedangkan pada usia akhir kehamilan, kuman dapat ditularkan

    Kegiatan Ayo Tingkeban dilakukan dengan melakukan wawancara langsung kepada Ibu Hamil di semua umur kehamilan terkait tanda dan gejala Tuberculosis yang terintegrasi dalam pemeriksaan ibu hamil baik di poli KIA Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Posyandu

    Manfaat dari Ayo Tingkeban adalah untuk
    a. Mengurangi resiko Kematian Ibu dan Bayi
    b. Mengurangi resiko Berat Badan Bayi Lahir Rendah
    c. Mengurangi resiko penularan Tuberculosis dari Ibu ke Bayi
    d. Mencegah Bayi lahir premature

  • LOKAKARYA Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pasuruan pada tanggal 27 september 2022

    pada tanggal 27 september 2022 di Ascent Premiere Pasuruan bidang P2P Dinas kesehatan Kota Pasuruan mengadakan acara Lokakarya Program Pencegahanan dan Pengendalian Penyakit

    Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) merupakan segala bentuk upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota, dan/atau masyarakat untuk menghindari atau mengurangi risiko, masalah, dan dampak buruk akibat penyakit baik penyakit menular maupun tidak menular. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 perhatian khusus pencegahan dan pengendalian penyakit adalah pada penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, kanker, tuberkulosis, malaria, HIV/AIDS, emerging diseases, penyakit yang berpotensi menimbulkan KLB dan PD3I, penyakit tropis terabaikan (kusta, filariasis, schistosomiasis), gangguan jiwa, cedera, gangguan penglihatan, dan penyakit gigi dan mulut



    Sinergi antar lini akan menjadi kunci sukses dalam penanganan masalah di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit yang dievaluasi berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan dan Penilaian Kinerja Puskesmas (PKP). Selain itu, munculnya penyakit baru yang membutuhkan kerjasama dan kolaborasi antar program juga harus diperkuat seperti munculnya penyakit Monkeypox (Surveilans dan HIV/AIDS/PMS), TBDM, Leptospirosis, TB-Keswa dan lain sebagainya. Untuk itu, melalui lokakarya ini, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan berupaya untuk membangun kembali komitmen, kekuatan kolaborasi dan penajaman program pencegahan dan pengendalian penyakit untuk menangani masalah yang muncul akibat adanya masa pandemi yang panjang

    Acara tersebut bertujuan untuk
    1. Memberikan update materi tatalaksana Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Penyakit Tidak
    Menular serta Surveilans Imunisasi;
    2. Melakukan kolaborasi program dalam meningkatkan upaya penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular;
    3. Melakukan identifikasi kendala yang dihadapi dalam pemenuhan indikator Standar Pelayanan Minimal / Penilaian
    Kinerja Puskesmas;

  • PERTEMUAN KIPI YANG BERTEMA “KIPI MULTIPLE INJECTION DAN MULTIPLE VACCINATION DALAM MENINGKATKAN IMUNISASI RUTIN LENGKAP” di KOTA PASURUAN – Dinkes Kota Pasuruan

    Hari ini, Rabu (21 September 2022) telah diadakan pertemuan Koordinasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang bertema “KIPI MULTIPLE INJECTION DAN MULTIPLE VACCINATION DALAM MENINGKATKAN IMUNISASI RUTIN LENGKAP” DI KOTA PASURUAN.

    Berdasarkan pada Cakupan imunisasi rutin yang rendah, menjadi pemicu utama merebaknya penyakit menular di Indonesia terutama potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Pasuruan. Terlebih, Pandemi yang terjadi menyebabkan Posyandu (tempat pelayanan Imunisasi yang utama) menjadi terhenti karena PPKM serta menyebabkan cakupan imunisasi Kota Pasuruan menjadi anjlok. Oleh Karena itu, solusi dari ahli adalah : memberlakukan Multiple Injection dan Multiple Vaccination atau suntikan ganda saat imunisasi sebagai upaya memenuhi gap immunity yang ada.

    Akan tetapi pada prakteknya, masih banyak kekhawatirkan dan kendala yang ditemui di lapangan saat melaksanakan Multiple Injection dan Multiple Vaccination ini, diantaranya adalah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang terus membayangi. Sehingga pada kesempatan pertemuan ini, narasumber memberikan sharing ilmu dan pengalaman bagaiman pengelolaan KIPI yang terjadi di beberapa Kab/Ko di Jawa Timur dan bagaimana kita menyikapinya dan melaporkannya, sehingga minimalnya : kita menjadi percaya diri dengan bekal ilmu dan pengalaman yang memadai dalam praktek Multiple Injection untuk meningkatkan Cakupan IRL di Kota Pasuruan yang sudah 3 tahun ini tidak mencapai UCI.

    Terlebih, Saat ini juga telah ada introduksi vaksin baru, yaitu PCV dan HPV yang menambah daftar Multiple Injection yang harus kita lakukan, terlebih saat ini sedang dilaksanakan BIAS yang mengharuskan sasaran BIAS juga dilakukan multiple Injection.

    Untuk Healthies dimanapun berada, narasumber telah menyampaikan bahwa Multiple Injection adalah aman dan berisiko rendah untuk terjadinya KIPI. Hal ini sudah dimulai di negara-negara maju dan baru tahun ini dimulai di Indonesia.
    Oleh karena itu, mari sukseskan imunisasi rutin pada buah hati, agar kita terlindungi dan saling melindungi.